Hermeneutika Schleiermacher dalam Interpretasi Al- Qur’an

Schleiermacher memiliki nama lengkap Friedrich Daniel Ernst Schleiermacher. Beliau lahir pada 21 November 1768 di Breslau, Jerman dan meninggal pada tanggal 6 Februari 1834. Beliau adalah seorang sarjana yang sangat terkenal dalam bidang filsafat. Pada masanya beliau terkenal sebagai seorang teolog yang produktif yang melahirkan karya- karya tentang ajaran kekristenan. Beliau juga terkenal sebagai bapak hermeneutika modern.

Pengaruh filsafat Immanuel kant dirasakan dalam beberapa cabang keilmuan yang berkembang kala itu yang berkaitan dengan Hermeneutika. Hal tersebut terlihat dalam menentukan konsep Hermeneutika modern yaitu peran yang diberikan dalam ranah ilmu alam dari sisi epistemologinya, dan beberapa kajian yang tentang mencari tahu dimana subyek dan obyek yang berfungsi dalam sebuah perkembangan pengetahuan. 

Konsep Hermeneutika beliau secara geneologis dipengaruhi oleh pemikiran plato dan sahabat karibnya Friedrich Von Schlegel yang membuat pemikiran bergeser paradigm linguistic gramatika kearah interpretasi psikologis. Dan disisi lain beliau juga dipengaruhi oleh pemikiran ahli filologi Friedrich Ast dan Friedrich August Wolf yang mana lebih memfokuskan Hermeneutika pada aspek bahasanya, atau linguistic. menurut Schleiermacher ada dua tugas penting Hermeneutika jika seseorang memang benar- benar ingin memahami teks yang dibaca tersebut tersebut yaitu,  interpretasi Gramatikal dan Interpretasi psikologis.

Hermeneutika gramatikal adalah seni memahami Bahasa, secara terminologis yaitu penafsiran yang didasarkan pada analisis Bahasa yang digunakan dalam teks itu sendiri. Karena dalam memahami teks seorang penafsir tidak bisa memahami dengan hanya memahami struktur Bahasa tetapi harus memperhatikan kata lain untuk membentuk suatu pemahaman. Sedangkan aspek pisikologisnya memungkinkaan seseorang untuk memahami kepribadian penulis, sehingga proses memahaminya benar-benar utuh demi meminimalisir misunderstanding ( salah paham). Kedua sisi interpretasi itu sangat penting dan dalam kenyataan tersebut berinteraksi secara konstan antara satu sama lain.

Menurut Imam Syatibi ketika seseorang bermaksud untuk memahami Al-Qur’an, tugas utamanya yaitu menyadari bahwa teks yang sedang dibacanya adalah teks Bahasa Arab abad ke –VII, dan al-Syatibi menjelaskan bahwa tidak ada sama sekali di dalam Al-Qur’an itu hal- hal yang diluar Arab. Sehingga menjadi kewajiban untuk memahami tata Bahasa Arab kala itu dan menjadikan pijakan dasar untuk Memahami Al –Qur’an. Bagi Schleiermacher sesuatu yang tak bisa ditinggalkan adalah memperhatikan relasi antara bagian- bagian teks (among parts of the teks) dengan keseluruhan teks (the whole).

 Menurut Hermeneutika grametikal Schleimacher dalam interpretasi Al-Qur’an memiliki prinsip dan keadaan kebahasaan yang harus dipedomani.yaitu yang pertama, menentukan makna kata dan konteks turunya yang telah dikenal oleh pengarang dan audiens pada masanya, hal tersebut dapat ditelusuri dalam sebab- sebab turunnya ayat Al-Qur’an dan melihat kamus- kamu yang dekat denganya; kedua, mempertimbangkan makna kata- kata (kalimah) yang berada sebelum dan sesudah kata yang ingin difahami dalam rangkaian suatu kalimat; ketiga, memperhatikan antara bagian-bagian (al-Ab’ad) dan keseluruhan (al-kull). Atau dalam Bahasa Schleimacher disebut the parts and the whole.

Selain Hermeneutika gramatikal aspek penting yang ditekankan oleh Schleimacher dalam Hermeneutikanya yaitu aspek pisikis pengarang teks yang disebut dengan “Hermeneutika psikologis”. Yang mana dua aspek tersebut tidak bisa dipisahkan satu dengan lainya. Beliau menegaskan “ pemahaman memiliki dua arah, kearah Bahasa dan kearah pemikiran . tidak ada dua jenis interpretasi yang berbeda, hanya satu, yang berarti ‘bahwa setiap penerapan harus sepenuhnya mencapai gramatikal dan teknis psikologis.”

Dalam aspek ini sebagaimana kehadiranya yang bukan diproyeksikan sebagai piranti dalam memahami Al- Qur’an tak mudah untuk menceritakan relevansi dari teori Hermeneutika psikologis ini dalam studi Al-Qur’an .  bagaimana mungkin pembaca Al-Qur’an bisa menyemai psikis pengarang teks Al- Qur’an yang tak lain adalah Allah Swt. Namun ketidakmungkinan bukan berarti kemustahilan mutlak . yang mana setidaknya ada dua disiplin keilmuan dalam tradisi islam yang bisa dijadikan alternatif dalam hal tersebut yaitu teologi yang mana dalam kajian tersebut diketahui bahwa seseorang bisa mengenal tuhannya dengan cara mengenal sifat- sifat tuhan dan nama- nama tuhan yang termaktub dalam asma al- husna dan selanjutnya ulum Al- Qur’an Klasik, yang bisa diperhatikan dalam hal ini yaitu proses transmisi. Dua hal tersebut yaitu solusi dalam mencari relevansi Hermeneutika psikologis atas studi Al-Qur’an.

Hermeneutika, Gramatikal dan Psikologis merupakan metode pemahaman teks yang ditawarkan oleh Schleiermacher. Dalam metode Hermeneutika beliau juga relevan dengan kajian Al- Qur’an. Karena dalam studi Al- Qur’an itu sendiri memiliki  prinsip dasar ini sama dengan pendekatan asbabun nuzul yang selama ini diyakini sebagai piranti penting dalam memahami Al- Qur’an.

Nala Fauziatur Rohmah
Mahasiswa IAIN Kediri

Related Articles

Ngabuburit PhiloSophia.ID Seri 3 : Pemikiran Thaha Abdurrahman

PhiloSophia.ID - Sabtu, 24 April 2021, hari ke 12 ramadan. Philosophia.id telah kembali menggelar kajian ramadan dengan topik "Etika dan kemanusiaan: Sumbangan Reformasi Modernitas...

FKUB Jawa Timur Gelar Semiloka Moderasi Beragama

MALANG - Pada tanggal 23-25 April 2021, bertempat di Hotel Harris Malang, Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan semiloka Moderasi Beragama...

Ngabuburit PhiloSophia.ID Seri 2 Spesial Hari Kartini

PhiloSophia.ID – 21 April 2021, hari ke-9 bulan Ramadan, kembali philosophia.id menggelar kajian Ramadan seri ke-2. Spesial pada ngabuburit ini philosophia.id memperingati Hari Kartini...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,037FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Latest Articles

Ngabuburit PhiloSophia.ID Seri 3 : Pemikiran Thaha Abdurrahman

PhiloSophia.ID - Sabtu, 24 April 2021, hari ke 12 ramadan. Philosophia.id telah kembali menggelar kajian ramadan dengan topik "Etika dan kemanusiaan: Sumbangan Reformasi Modernitas...

FKUB Jawa Timur Gelar Semiloka Moderasi Beragama

MALANG - Pada tanggal 23-25 April 2021, bertempat di Hotel Harris Malang, Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan semiloka Moderasi Beragama...

Ngabuburit PhiloSophia.ID Seri 2 Spesial Hari Kartini

PhiloSophia.ID – 21 April 2021, hari ke-9 bulan Ramadan, kembali philosophia.id menggelar kajian Ramadan seri ke-2. Spesial pada ngabuburit ini philosophia.id memperingati Hari Kartini...

Launching dan Ngabuburit Bersama PhiloSophia.ID Seri 1

PhiloSophia.ID – Sabtu menjelang magrib, bertepatan hari ke-5 bulan Ramadan, PhiloShopia.ID telah menggelar serial kajian ramadhan. Acara ini dikemas selama satu bulan penuh. Pelaksanaan...

Pentingnya Pendidikan di Masa Sekarang (Tinjauan Filsafat Pendidikan)

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting. Dimasa sekarang pendidikan ialah suatu hal yang harus didapatkan oleh semua orang di dunia. Pendidikan bukan hanya...