PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI TENTANG ISLAMISASI SAINS

Pada abad modern, corak dan karakteristik pemikiran Islam terus mengalami perkembangan.Corak pemikiran pada masa kontemporer ini juga berusaha melakukan pemaknaan ulang terhadap khazanah pemikiran Islam klasik. Dalam hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh besar muslim bernama Ismail Raji al-Faruqi dengan gagasan besarnya yaitu “Islamisasi sains”.

Dinamika trend pemikiran Islam makin terlihat geliatnya sejak dipicu dua hal penting. Pertama, perjumpaan dengan tradisi barat modern seperti imperialisme Eropa atas negara-negara Islam. Kedua, lebih karena kebutuhan internal umat Islam sendiri, baik karena semangat pembaharuan atau kebutuhan strategis lainya.

Sesungguhnya, diskursus tentang Islamisasi sains bukan konsep baru dalam dunia ilmu pengetahuan. Istilah ini telah dikembangkan oleh para pemikir Islam yang secara geografis bersinggungan langsung dengan modernisasi sebagai produk ilmu pengetahuan barat, sehingga mereka melihat dan merasakan ketimpangan ilmu pengetahuan antara Timur dan Barat. Sejak kelahirannya, ide islamisasi sains tidak sedikit menuai kontroversi mulai dari prosedur implementasi, visi-misi, dan bentuk realisasinya. Di satu sisi, proyek islamisasi sains memang visioner dan utopis. Tapi, di sisi lain, perlu pemahaman, telaah, dan kajian ulang agar proyek ini membuahkan hasil karya yang benar-benar orisinil dan efektif.

Biografi Ismail Raji al-Faruqi

Seorang filosof muslim yang lahir di daerah Jaffa, Palestina, pada 1 Januari 1921. al-Faruqi melalui pendidikan dasarnya di College des Freres, Lebanon sejak 1926 hingga 1936. pendidikan tinggi ditempuh pada The American University, di Beirut. Gelar sarjana muda pun ia dapat pada tahun 1941. Lulus sarjana, ia kembali ke tanah kelahirannya menjadi pegawai di pemerintahan Palestina, di bawah mandat Inggris selama empat tahun, sebelum akhirnya menjadi Gubernur Galilea yang terakhir, karena pada tahun 1947 provinsi yang dia pimpin jatuh ke tangan Israel, hingga akhirnya hijrah dan menetap di Amerika Serikat. Ismail Raji al-Faruqi wafat pada 27 Mei 1986, karena pembunuhan berencana oleh sekelompok orang yang tak dikenal.

Gagasan Islamisasi Sains Ismail Raji al-Faruqi

Islamisasi Ilmu yang muncul pada era modern (abad 20), adalah merupakan respon kritis atas peradaban global Barat yang sekuler, kering nilai nilai ilahiyyah, spiritualitas, dikotomik akal-wahyu, ilmu-amal, material-spiritual yang mengakibatkan munculnya problem kemanusiaan seperti degradasi moral religius, kekosongan jiwa dan tradisi taqlid di kalangan umat Islam.Hal ini berdampak negatif terhadap sistem pendidikan dan umat islam. Di antara pengaruh negatif tersebut adalah sistem pendidikan umat Islam sangat lemah. Realitasnya wawasan dan sistem pendidikan umat Islam kurang jelas dan tidak menunjukkan eksistensi hakikat Islam yang sebenarnya. Dalam hal pengaruh barat atau westernisasi masyarakat muslim banyak yang tergoda oleh kemajuan Barat dan berusaha mereformasi dengan jalan westernisasi. Ternyata jalan yang ditempuh tersebut malah menghancurkan umat Islam dan semakin jauh dari al-Qur’an dan al Hadis. Sebab dengan mengadakan westernisasi berbagai pandangan hidup Barat masuk dan diterima oleh umat Islam tanpa seleksi yang ketat sehingga mengakibatkan umat Islam menjadi bingung dan berakibat pula terjadi integrasi kultur menjadi terpecah baik dalam aspek pemikiran maupun perbuatan.Hal ini dikarenakan karena adanya dualisme sistem pendidikan yang berlaku pada umat Islam yaitu sistem pendidikan Barat dan sistem pendidikan Islam.Melihat fenomena di masyarakat yang mengalami problem serius tersebut, al-Faruqi bergerak hatinya untuk memberikan obat yaitu dengan gagasan yang ditawarkan berupa Islamisasi sains.

Menurut al-Faruqi, Islamisasi adalah usaha “untuk mendefinisikan kembali, menyusun ulang data, memikirkan kembali argumen dan rasionalisasi yang berkaitan dengan data itu, menilai kembali kesimpulan dan tafsiran, memproyeksikan kembali tujuan-tujuan dan melakukan semua itu sedemikian rupa sehingga disiplin-disiplin ini memperkaya wawasan Islam dan bermanfaat bagi cause (cita-cita). Dan untuk menuangkan kembali keseluruhan khazanah pengetahuan umat manusia menurut wawasan Islam, bukanlah tugas yang ringan yang harus dihadapi oleh intelektual-intelektual dan pemimpin-pemimpin Islam saat ini. Karena itulah, untuk melandingkan gagasannya tentang Islamisasi ilmu, al-Faruqi meletakan “prinsip tauhid” sebagai kerangka pemikiran, metodologi dan cara hidup Islam. Prinsip tauhid ini dikembangkan oleh al-Faruqi menjadi lima macam kesatuan, yaitu: (1) kesatuan Tuhan; (2) kesatuan ciptaan; (3) kesatuan kebenaran dan pengetahuan; (4) kesatuan kehidupan; dan (5) kesatuan kemanusiaan.

Secara umum, Islamisasi ilmu tersebut dimaksudkan untuk memberikan respon positif terhadap realitas ilmu pengetahuan modern yang sekularistik dan Islam yang “terlalu” religius, dalam model pengetahuan baru yang utuh dan integral tanpa pemisahan di antaranya. Sebagai panduan untuk usaha tersebut, al-Faruqi menggariskan satu kerangka kerja dengan lima tujuan dalam rangka Islamisasi ilmu. Untuk merealisasikan tujuan-tujuan tersebut, al-Faruqi menyusun 12 langkah yang harus ditempuh terlebih dahulu. 

Menurut al-Faruqi ilmu tidak bebas nilai (value free) tetapi terikat (value bound) dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Ilmu mempunyai tujuan yang sama yang konsepsinya disandarkan pada prinsip metafisika, ontologi, epistemologi dan aksiologi dengan tauhid sebagai kuncinya. Al-Faruqi meyakini bahwa Allah adalah sumber dari segala ilmu dan mereka sependapat bahwa akar permasalahan yang dihadapi umat Islam saat ini terletak pada sistem pendidikan yang ada, khususnya masalah yang terdapat dalam ilmu kontemporer. Dalam pandangan al-Faruqi, ilmu kontemporer atau sains modern telah keluar dari jalur yang seharusnya. Sains modern telah menjadi “virus” yang menyebarkan penyakit yang berbahaya bagi keimanan umat Islam sehingga unsur-unsur buruk yang ada di dalamnya harus dihapus, dianalisis, dan ditafsirkan ulang sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran Islam.

Finurika Atsna Mufidah
Mahasiswa IAIN Kediri

Related Articles

Ngabuburit PhiloSophia.ID Seri 3 : Pemikiran Thaha Abdurrahman

PhiloSophia.ID - Sabtu, 24 April 2021, hari ke 12 ramadan. Philosophia.id telah kembali menggelar kajian ramadan dengan topik "Etika dan kemanusiaan: Sumbangan Reformasi Modernitas...

FKUB Jawa Timur Gelar Semiloka Moderasi Beragama

MALANG - Pada tanggal 23-25 April 2021, bertempat di Hotel Harris Malang, Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan semiloka Moderasi Beragama...

Ngabuburit PhiloSophia.ID Seri 2 Spesial Hari Kartini

PhiloSophia.ID – 21 April 2021, hari ke-9 bulan Ramadan, kembali philosophia.id menggelar kajian Ramadan seri ke-2. Spesial pada ngabuburit ini philosophia.id memperingati Hari Kartini...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,037FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Latest Articles

Ngabuburit PhiloSophia.ID Seri 3 : Pemikiran Thaha Abdurrahman

PhiloSophia.ID - Sabtu, 24 April 2021, hari ke 12 ramadan. Philosophia.id telah kembali menggelar kajian ramadan dengan topik "Etika dan kemanusiaan: Sumbangan Reformasi Modernitas...

FKUB Jawa Timur Gelar Semiloka Moderasi Beragama

MALANG - Pada tanggal 23-25 April 2021, bertempat di Hotel Harris Malang, Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan semiloka Moderasi Beragama...

Ngabuburit PhiloSophia.ID Seri 2 Spesial Hari Kartini

PhiloSophia.ID – 21 April 2021, hari ke-9 bulan Ramadan, kembali philosophia.id menggelar kajian Ramadan seri ke-2. Spesial pada ngabuburit ini philosophia.id memperingati Hari Kartini...

Launching dan Ngabuburit Bersama PhiloSophia.ID Seri 1

PhiloSophia.ID – Sabtu menjelang magrib, bertepatan hari ke-5 bulan Ramadan, PhiloShopia.ID telah menggelar serial kajian ramadhan. Acara ini dikemas selama satu bulan penuh. Pelaksanaan...

Pentingnya Pendidikan di Masa Sekarang (Tinjauan Filsafat Pendidikan)

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting. Dimasa sekarang pendidikan ialah suatu hal yang harus didapatkan oleh semua orang di dunia. Pendidikan bukan hanya...